PENGURUS YAYASAN

KETUA : ANDRIADY INDRA
BENDAHARA : HERU SALEH

DIR EDUCATION & TRAINING : PRIYALINOV
Pjs DIR SOCIAL & DA'WAH : PRIYALINOV


BANK : BSM a/n YAYASAN ALDIIN SPIRIT ALAMIYAH
NOREK : 129.000240.0

15 Februari, 2010

Koleksi Foto tanda-tanda kebesaran ALLAH SWT

"Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa
sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?"
[QS. Al- Fushshilat]

Tidak semua peristiwa alam dapat dijelaskan dengan akal. Dalam koleksi ini disajikan keajaiban alam. Koleksi ini dikumpulkan sedikit demi sedikit dari internet. Jika anda merasa dapat memberikan tambahan keterangan pada koleksi di bawah ini, silahkan beri komentar anda !. Mohon bersabar apabila agak lambat, karena fotonya ditampilkan semuanya.. :)

Gambar lainnya bisa dilihat di http://www.islamcan.com/miracles/index.shtml


LEBAH YANG MENULIS "ALLAHU"
(Those who are familiar with Arabic will easily be able to identify what this beehive spells - "Allahu")


Akan terlihat dengan jelas lafal "Allah" pada batu permata tersebut bila disinari dengan cahaya


Mawar Merah di Angkasa
"Selain itu (sungguh ngeri) ketika langit pecah belah lalu menjadilah ia mawar merah, berkilat seperti minyak"
(Ar-Rahman: 37)

Gambar di atas adalah gambar ledakan bintang di angkasa yang diperoleh NASA dengan Teleskop yang sangat canggih.
Kejadian tersebut membuktikan kebenaran Al-Quran yang diturunkan 14 abad yang lalu pada surah Ar-Rahman di atas



POHON YANG SEDANG RUKU

This is a recently discovered phenomenon in a forest near Sidney. As you can see, the bottom half of the tree trunk is bowed in such a way that it resembles a person in a posture of Islamic prayer - the 'ruku'. Looking closer you can see the 'hands' resting on the knees. the most amazing thing is that the 'man' is directly facing the Kaaba, Mecca which is the direction Muslims all over the world face when in prayer.


Sesungguhnya ALLAH Maha berkuasa dan dapat menjadikan apa saja yang pernah ataupun tidak pernah terfikir oleh manusia.Ini merupakan keajaiban alam ciptaan ALLAH.


THE FISH TESTIFIES THE PROPHET (S.A.W)
The story of the fish began when Mr. Goerge Wehbi, a Christian Lebanese, was practicing his fishing hobby, in Dakar Senegal (the Capital of West Africa). He caught many fish. When the went home his wife saw among them a strange fish about 50cm length, with some arabic writing on it. He took it to Sheikh al-Zein, who read clearly what was writen in a natural way. That could not be done by a human being, but rather a Godly Creation which the fish was born with. He read "God's Servant" on its belly and "Muhammad" near its head, and "His Messenger" on its tail


LAA ILAA HA ILLALLAH WRITEN IN BRANCHES
One brother on Germany wrote and sent this photo. "The branches clearly say in Arabic that- There is no god but Allah. This is said to be a scene on a piece of cultivated farmland in Germany. Many Germans have been said to have embraced Islam upon seeing this miraculous sight and that the German government put steel fences around the part of the farm to prevent people from visiting and witnessing this miraculous site"

Lapadz "Alloh" yang terbentuk di telingan seorang bayi

Awan yang membentuk Lapadz "Alloh", kejadian ini diabadikan oleh seseorang di Mekkah

MEKKAH BERKILAU --Ini adalah hasil pencitraan dari IKONOS Satelite milik Space Imaging Inc, AS. Masjidil Haram yang 'diintai' oleh AS pada 31 Oktober 1999 itu menampilkan fenomena menakjubkan. Terlihat di gambar hanya bagian Masjidil Haram saja yang berkilau sementara bangunan di sekitarnya tampak lebih gelap. Subhanallah. (NASA Astronomy Picture of The Day) (sumber : http://www.spaceimaging.com/gallery/ioweek/archive/01-12-09/index.htm)


MOSQUE STILL STANDS AFTER EARTQUAKE IN TURKEY
A mosque still stands amidst the rubble of collapsed buildings in this aerial view of a neigborhood in the western Turkish town of Golcuk, 60 miles east of Istanbul, August 19, 1999. The death toll from western Turkey's worst recorded eartquake surpassed 6,000, as hope waned of finding any of the thousands still missing under the mountains of rubble.




Menurut pemiliknya kalau dilihat dari dekat Gambar di atas
menunjukkan kalimah "Lailahaillah" terbentuk pada seekor ikan

14 Februari, 2010

Hindarilah Debat


Rasulullah saw bersabda : “Aku adalah pemimpin sebuah rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan sekalipun di benar, dan sebuah rumah di pinggiran surga bagi orang-orang yang meninggalkan perdebatan, sedangkan dia salah.”.

Baik dalam posisi benar maupun salah, anda harus mengetahui bahwa Rasulullah saw. Mengulurkan tangannya dengan jaminan bahwa rumah yang tersedia (di surga) jauh lebih baik dari pada tetap melanjutkan perdebatan. Allah swt berfirman : “Walaupun kamu belanjakan semua (kekayaan) yang ada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka” ( Al-Anfal: 63 ).

Allah swt berfirman : “Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan jangan lah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatan mu” ( Al-Anfal: 46 ).

Asy-Syahid Imam Al-Banna menyatakan, “Jadilah orang yang berbuat, bukan banyak berdebat. Apabila Allah memberi petunjuk kepada suatu kaum, maka Dia akan menunjukan kepada mereka apa yang harus dikerjakan, dan tidak ada kaum yang sesat setelah mendapat petunjuk, kecuali karena mereka banyak berdepat. Jadilah kamu sekalian orang-orang yng saling mencintai. Jagalah ikatan persatuan mu dengan teguh karena ia adalah kunci rahasia kekuatan mu dan penopang kesuksesan mu. Bertahanlah dengan teguh hingga Allah menunjukan siapa yang benar di antara kamu, dan Dia adalah sebaik-baik Pemberi petunjuk. Dengarlah dan taatilah pemimpinmu, baik dalam keadaan sulit maupun mudah, senang maupun susah, karena ia adalah semboyan fikiranmu dan mata rantai hubungan yang terjalin di antara kamu sekalian.

Amatilah pada hal-hal besar dan Telitilah dalam perkara kecil


Amatilah pada hal-hal besar dan Telitilah dalam perkara kecil

Amatilah pada hal-hal besar dan Telitilah dalam perkara kecil. Begitulah pesan bijak beliau. Kemudian beliau melanjutkan : Perhatikan kembali olehmu.

Sejarah mencatat, Napoleon bonaparte. Kalah dalam perang karena musuhnya lebih lama (5 menit) perang darinya.
Kegagalan dan keberhasilan. Kemenangan dan kekalahan disebabkan hal kecil.
Dalam islam. Menyembelih hewan tanpa menyebutkan Asma Allah. Hewan tersebut haram dimakan, karena sama dengan bangkai.

Hanya karena keluar gas dari dubur, wudhu yang menyucikan telah terbatalkan.
Dikarenakan sms disusun dalam 2 kalimat. Perselisihan bahkan berujung cerai dalam rumah tangga.

Bukan banyak pasukan, bukan pula hebatnya peralatan perang menghancurkan dunia. Namun karena keputusan kepala negara, terucap dari mulutnya satu kata ”perang”.
Besarnya dampak bom bunuh diri, bukan dalam menyusun atau merangkai Bom terbuat dari C4 itu. Tapi sangat tergantung satu tombol ”On”...

Dulu saat engkau masih mengerjakan soal matematika yang diberikan oleh guru mu. Kesalahan terkadang bukan karena kamu salah cara. Tapi karena kekeliruan kecil meletakkan koma (,).

Angka nol itu mungkin tidak bernilai. Tapi didalam selembar cek, angka nol sangat mempengaruhi uang tunai yang kau cairkan.
Napoleon hill menuliskan dalam bukunya. Para penerbit banyak mendapatkan untung, hanya karena menggantikan judul dari sampul buku.

Pesawat ulang-alik Columbia milik NASA. Jatuh hanya karena buih kecil melayang diudara.
Pesawat komersial di jerman jatuh, karena tertabrak burung, yang sunguh kecil dibandingkan rangkaian pesawat.

Orang bijak, menganalogikan kenikmatan dunia, bagaikan tetesan air yang jatuh dari jari mu, setelah engkau mencelupkan kedalam laut.
Karena sepuntung rokok, menghanguskan perumahan satu RT.

Nyamuk yang begitu kecil Allah ciptakan. Telah membuka lapangan kerja bagi ribuan manusia.
Seorang wanita penzina. Ditempatkan disyurga karena memberi minum anjing yang kehausan.
Dalam penjualan, anggukan kecil menghasilkan deal besar.

Oleh karena itu, Perhatikan hal besar. Dan TELITILAH dalam perkara KECIL.

03 Februari, 2010

"Strategi Jitu Melamar Kerja & Lolos Seleksi..!"


PELATIHAN : "Strategi Jitu Melamar Kerja & Lolos Seleksi..!"
Hari / Tanggal : Minggu, 07 Maret 2010
Pukul : 09.00 - 16.00 Wib
Tempat : Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi

Apakah anda bosan melamar kerja & tidak kunjung berhasil..?
Apakah anda kuatir menghadapi banyaknya pesaing pelamar kerja..?
Apakah anda sering tertipu lowongan pekerjaan palsu..?
Apakah anda sering melakukan kesalahan saat psikotest.?
Apakah sering kebingungan saat wawancara kerja..?
TAHUKAH ANDA FAKTA bahwa :
35% lamaran kerja tidak sampai ke meja HRD.
90% lamaran kerja yg masuk meja HRD langsung di BUANG
85% pelamar gagal saat psikotest dan wawancara


NARASUMBER

1. Priyalinov,SE,MM
- Konsultan SDM, Pemerhati sosial
- Direktur Pendidikan & Pelatihan ASA Foundation

2. Elvira Suryani,S.IP
- Pemerhati Pendidikan & Sosial Politik
- Ketua Forum Lingkar Pena (FLP) kota Bekasi
- UPCM UNISMA

3. Ir.Hery Suherman,MM
- HRD Profesional
- Hypnoterapist

MANFAAT BAGI PESERTA
1. Mengetahui alur proses seleksi lamaran kerja
2. Mengetahui pola pikir HRD dlm menyeleksi lamaran
3. Mampu merancang lamaran kerja yg menakjubkan
4. Menghindari penipuan berkedok lowongan kerja
5. Memiliki mental pantang menyerah.
7. Dapat langsung dipraktekan &
Insya Allah langsung diterima kerja..amin

Investasi Hanya Rp 30.000,-
mendapatkan:
1. sertifikat A motivasi,
2. copy materi,
3. amplop magnetis*),
4. kertas surat magnetis*)
5. Makan Siang
*Dengan amplop & kertas surat magnetis,lamaran anda akan yakin 90% langsung dipilih HRD diantara tumpukan lamaran pesaing anda yang lain.

PEMBAYARAN

Transfer / Setor Tunai ke
BANK SYARIAH MANDIRI
No Rek : 129 000 2400
a/n : Yayasan Al-diin Spirit Alamiyah
ATAU bayar langsung ke UPCM UNISMA dengan Ibu Vira
Konfirmasi :
ketik sms : nama (spasi) tgl bayar
kirim ke 0856-93300-453

Ikhlas itu di Awal, dan akan mempermudah urusan..!

Toyyib adalah seorang mahasiswa di sebuah institut di Jakarta Selatan. Hari itu ia akan menghadapi ujian di kampusnya. Materi yang akan ia hadapi adalah materi yang tiada ia suka. Susah sekali dicerna oleh otaknya. Bahkan semalam pun ia belajar sampai larut, namun hanya sedikit bagian yang bisa dipahami, belum dikuasai apalagi dihapal! Pokoknya hari itu ia pasrah total atas ketentuan Allah Swt.

Meski belajar sampai larut, pukul setengah empat pagi ia bangun kembali dari tidurnya. Materi ujian yang belum ia kuasai rupanya membuat tidurnya terusik. Kesempatan bangun di penghujung malam itu sengaja ia gunakan terlebih dahulu untuk menghadap Allah Swt dalam tahajjud sebelum berkutat dengan diktat yang menjemukan. Alhamdulillah, Toyyib pun mendapatkan ketenangan usai tahajjud.

Pikiran yang jernih usai bangun tidur dan tahajjud ia sempatkan untuk meneliti satu demi satu bagian pelajaran yang belum ia pahami. Namun sayangnya, pelajaran itu masih tetap sulit ia rasakan untuk dicerna. Bahkan hingga waktu Shubuh menjelang pun hanya sedikit yang mampu ia pahami dari pelajaran.

"Ya Allah…, tolong aku!!!" batin Toyyib

Shalat Shubuh ia lakukan berjamaah di masjid Adz Dzikri di lingkungan rumahnya. Udara pagi yang bersih membuat batin Toyyib yang resah menjadi bertambah tenang. Ia bertekad usai shalat Shubuh dia tidak akan tidur lagi. Ia akan berusaha untuk menguasai materi ujian meski sesusah apapun akan ia hadapi. Masih ada beberapa jam ke depan untuk bisa ia gunakan belajar mempersiapkan materi ujian.

Setengah jam ia tatap lembar demi lembar buku diktat, namun tetap saja kebekuan otak belum juga mencair. Amat sulit Toyyib rasakan menguasai disiplin ilmu yang satu ini. Tiba-tiba ia teringat biasanya pukul 5 pagi ada kajian ceramah di berbagai channel radio. Ia nyalakan radio dan ia coba mencari siaran ceramah pagi dari ustadz-ustadz yang mengudara. Rupanya Allah Swt menuntun tangan Toyyib untuk mencari gelombang yang benar. Di sana terdengar suara seorang ustadz yang sedang menjabarkan ilmu agama. Ustadz tersebut tengah menjelaskan perbedaan antara ikhlas dan ridha. Hal ini direkam jelas oleh benak Toyyib yang kebetulan sedang belajar mempersiapkan ujian sambil mendengarkan ceramah itu.

"Yang namanya ikhlas itu di depan…. Kalau sudah kejadian itu bukan ikhlas namanya tapi ridha! Seperti dalam shalat kita gunakan kalimat Lillahi Ta'ala, nah… yang ini ikhlas. Tapi kalau sudah dagang terus hasilnya rugi atau untung maka itu namanya adalah ridha" suara sang ustadz menjelaskan konsepnya di radio.

Toyyib menangkap ide yang disampaikan ustadz penceramah, dan salah satu manfaat ikhlas dalam setiap amal adalah Allah Swt akan mempermudah pelaksanaan amalan tersebut sebagaimana yang dijelaskan dalam ceramah sang ustadz.

Hingga pukul 7, Toyyib masih terus berkutat dengan diktat yang belum juga dapat ia taklukkan. Ia pun bergegas sarapan, mandi dan terus berangkat ke kampus untuk ujian. Pukul 8 lebih sedikit ia sudah pergi meninggalkan rumahnya dengan berkendara motor. Dalam perjalanan ke kampus pun bayangan kegagalan ujian terus menghantui. Dada dag-dig-dug. Pikiran pusing tak terkonsentrasi. Namun ia jalani saja motornya menuju kampus. Teringat akan ceramah yang ia dengar di radio tadi pagi, hatinya tergerak untuk bersedekah kepada seseorang yang membutuhkan. Ternyata pagi itu para pengemis di Jakarta sulit ditemukan sepanjang jalan.

Hingga akhirnya dari kejauhan Toyyib memandang petugas jalanan yang tengah menyapu jalan mengenakan pakaian dengan warna terang. Toyyib berniat bersedekah kepada penyapu jalan itu.

"Assalamu'alaikum...." suara Toyyib menyapa. Ia berikan sebagian hartanya kepada petugas kebersihan jalan itu seraya berharap didoakan semua urusan. Petugas kebersihan itu terheran-heran menerima sedekah. Namun Toyyib tidak mengetahui apakah ia sudah mendapatkan doa dari petugas kebersihan itu atau belum? Toyyib melanjutkan perjalanannya menuju kampus.

"Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga), Maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah." QS. 92 : 5-7

Subhanallah... kedamaian hati usai berbagi kepada sesama memberi nuansa indah tersendiri di hati Toyyib. Ia rasakan hari itu menjadi penuh berkah, dan segala penat kejenuhan yang ia alami seolah tersingkirkan. Padahal, ia masih belum siap menghadapi materi ujian hari itu.

Masih ada setengah jam kira-kira saat ia tiba di kampus sebelum masuk ruang ujian. Memanfaatkan waktu yang ada sekali lagi ia buka diktat untuk menguasai pelajaran, namun hasilnya sama saja!! Tapi Toyyib berusaha tenang. Di luar dugaan ada seorang kawan yang membawa kertas soal ujian dari universitas lain, namun fakultas jurusan dan dosennya adalah sama. Kertas ujian dari universitas tetangga pun dibahas oleh Toyyib dan beberapa temannya. Semua soal yang tertera mereka cari jawabannya. Tapi, apakah bisa kertas soal universitas tetangga itu diandalkan? Hanya kepada Allah Swt Toyyib berserah...

Waktu ujian di mulai. Setiap mahasiswa sudah duduk di bangku mereka. Suasana hening tercipta di dalam ruang. Tidak sedikit terlihat mahasiswa yang berdoa berharap petunjuk Allah Swt agar mudah menyelesaikan ujian. Salah satu dari mereka yang berdoa adalah Toyyib.

Rasa khawatir itu masih tetap ada di hati Toyyib, hingga ia menerima lembar soal ujian dari pengawas, maka seulas senyum lebar pun terbit di wajahnya. Ia heran.... kagum.... terpesona!!! Seolah tak percaya membaca lembaran soal, Toyyib pun membalikkan badan ke arah teman-teman yang tadi berdiskusi sebelum masuk ruang ujian. Semua kawannya mengacungkan jempol tanda kemenangan!

Toyyib tersenyum mendapati bahwa lembaran soal yang ia terima persis sama dengan yang ia pelajari bersama-sama rekannya dari universitas sebelah. "Kok bisa sama ya...?" gumam Toyyib.

Tanpa pikir panjang ia menyelesaikan semua soal. Tidak perlu dahi berkernyit dan memeras otak, semua soal ia lahap dengan hapalan yang masih 'fresh' di kepala. Tidak lama ia mengerjakan soal-soal itu, ia pun meninggalkan ruang ujian tanda usai menuntaskan.

Di luar ruangan, ia bersyukur kepada Allah Swt yang telah membantu, menolong dan menuntunnya untuk mudah menghadapi ujian. Teringat ceramah ustadz di radio tadi pagi yang mengatakan, "Ikhlas itu di depan dan akan mempermudah urusan!" Kini Toyyib sungguh telah merasakannya. Hidup itu seperti ujian, maka bisakah kita ikhlas di depan?!

"Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi?; bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah." QS 22 : 70

02 Februari, 2010

Rasulullah Is The Real Idol...!!!

Sobat muda muslim, nyaris tiap tahun kita ngadain acara Maulid Nabi. Meski sebagian ulama berbeda pendapat tentang melaksanakan ‘hajatan' ini, tapi kayaknya masyarakat lebih memilih show must be go on. Nah, terlepas dari kontroversi itu, yang jadi pertanyaan kita nih: sudahkah Rasulullah saw. kita jadikan teladan dalam kehidupan kita? Jangan-jangan, kita cuma ngaku-ngaku aja sebagai umatnya beliau. Karena apa? Karena dalam kehidupan, kita sangat jauh banget dengan apa yang diajarkan Rasulullah saw. Jadi, kalo kita dalam kehidupan sehari-hari ngelakuin perbuatan sesuka kita tanpa didasarkan kepada Islam, itu artinya sama aja cuma ngaku-ngaku doang percaya sama Allah dan RasulNya. Iya kan?

Sobat muda muslim, bukan maksud menggurui atau menghakimi kamu semua. Nggak. Nggak ada maksud ke sana. Cuma, kalo kita mau jujur, pasti kita akan mengakui bahwa dalam kehidupan sehari-hari aja kita kayaknya masih nggak nyetel banget deh ama yang diajarkan Rasulullah saw. Nggak semua perbuatan sih, tapi cukup banyak aja. Seperti dalam sopan-santun, menghormati yang tua dan menyayangi yang muda, menghargai ortu dsb. Bahkan seringnya kita lebih gunain hawa nafsu doang ketimbang syariat. Prinsip kita-kita: "Gaul dulu dah, syariat belakangan!" Waduh. Jujur aja, banyak di antara kita yang rajin sholatnya, tapi hot juga kalo udah pacaran. Iya kan? Terus terang nih, nggak sedikit dari kita-kita yang pandai baca al-Quran, tapi tetap aja kalo pake busana yang menutup aurat tuh kalo ke mesjid doang. Begitu keluar dari masjid, udah deh pamer aurat lagi. Sedih banget euy.

Kalo kita nggak matching alias kagak nyambung bin tulalit dengan apa yang diajarkan Rasulullah saw. itu sama artinya bahwa kita udah nggak nyetel juga dengan apa yang diajarkan Allah Swt. Itu sebabnya, kalo kita percaya kepada Rasulullah saw., seharusnya kita juga percaya kepada Allah Swt.

Nah, supaya kita bisa meneladani Rasulullah saw., tentunya kita kudu mengetahui dulu dong tentang kehidupan Rasulullah saw. dan juga bagaimana pendapat-pendapat para ulama yang telah tersebar dalam ribuan bahkan jutaan kitab yang menjelaskan tentang Islam secara lengkap. Islam yang udah diturunkan Allah Swt. dan disebarkan oleh Rasulullah saw. So, kalo udah belajar, insya Allah kita bisa tahu sikap apa yang seharusnya kita lakukan untuk senantiasa meneladani Rasulullah saw.

Meneladani kepribadiannya

Sobat, pernahkah kita berlaku lemah-lembut dan santun saat bertutur kata dengan sahabat-sahabat kita? Baik dengan yang usianya di atas maupun di bawah kita? Jika sudah dan memang biasa melakukannya, alhamdulillah. Pertahankan dan terus kembangkan. Karena Rasulullah saw. pun termasuk yang berhati lembut dan santun.

Imam ath-Tahbrani dalam Tarikh-nya menuliskan tentang kepribadian Rasulullah saw.: "Selama beliau tetap sebagai Rasulullah, maka tidak boleh tidak, beliau harus menjadi orang yang paling lembut dan berlapang dada di antara manusia, paling halus budi pekertinya, paling baik akhlaknya dan paling indah pergaulannya. Rasulullah saw. menahan amarah, memaafkan, dan memohonkan ampunan atas orang-orang yang tergelincir. Beliau saw. mengalahkan hak-hak dirinya selama bukan hak Allah. Beliau saw. memaafkan orang yang mendzaliminya, mengusirnya dari tanah airnya, menyakitinya, mencai makinya dan bahkan yang memeranginya; karenanya beliau berkata kepada mereka pada hari Penaklukan Mekkah, "Pergilah kalian, karena kalian adalah orang-orang bebas." (ath-Thabrani dalam Tarikh-nya 2/161)

Sobat, untuk membiasakan sikap lemah lembut, kita mulai belajar dari sekarang bagaimana menghormati teman-teman kita. Berkata yang baik dan sopan adalah sikap terpuji. Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya Allah adalah Mahalembut, maka ia mencintai kelembutan, dan Dia memberikan kelembutan apa yang tidak Ia berikan kepada sifat kasar" (HR Bukhari-Muslim dari Aisyah ra)

Dalam sebuah riwayat disebutkan, ketika orang-orang Yahudi masuk menemui beliau dengan mengatakan, "Kebinasaan semoga menimpamu". Maka Aisyah ra yang mengetahui hal itu menjawab, "Semoga kebinasaan dan laknat untuk kalian." (Mendengar itu) Nabi saw. bersabda: "Wahai Aisyah, apa itu? Sesungguhnya Allah tidak menyukai ucapan jorok dan keji; tapi bila kamu ingin menjawab ucapan mereka, katakan, "Wa'alaikum (dan atas kamu)" (HR Bukhari-Muslim dari Aisyah ra)

Hmm.. apa yang dilakukan Rasulullah saw. dalam hadis di atas sungguh sangat cantik. Tidak langsung menyerang tapi hanya membalikkan. Yang intinya sebenarnya menyerang juga. Tapi supaya tidak menimbulkan kesan perlawanan frontal, akhirnya Rasulullah saw. mengatakan demikian.

Dalam hidup bertetangga Rasulullah saw. menasihati kita sebagai umatnya bahwa kita harus saling menghormati dengan tetangga kita. Meski pada kenyataannya kita-kita berantem mulu ama tetangga, atau ada yang malah doyan nyari musuh. Nggak suka kalo tetangga tuh dapet kebahagiaan. Walah?

Ketika Rasulullah saw. ditanya tentang hak tetangga, dia berkata: "Tolonglah ia ketika minta tolong kepadamu. Berilah ia pinjaman ketika meminjam. Kunjungilah dia ketika sakit. Ucapkan selamat bila memperoleh kebaikan (misal: rizki, anak, kepulihan). Sampaikan takziah (duka cita) bila mendapat musibah (kematian), antarkan jenazahnya bila meninggal. Jangan kamu tinggikan bangunanmu sehingga menghalagi udara ke rumahnya kecuali dengan izinnya dan janganlah kamu sakiti tetanggamu dengan bau masakanmu kecuali engkau berikan sebagian kepadanya (misal: kuah/sop daging). Jika engkau membeli buah-buahan berikanlah sebagian. Jika engkau tidak (mau) memberinya, masukkan buah-buahan itu ke dalam rumahmu secara sumbunyi-sumbunyi. Janganlah anakmu keluar membawa buah yang membuat anaknya kecewa." (HR Thabrani. Lihat: At Targhib wat Tarhib, jilid 3 hlm. 357)

Hmm.. kalo kita sama teman di sekolah atau di lingkungan tempat tinggal kita akur dan menjalin kebersamaan dan saling menolong, kayaknya asyik banget. Kita jadi nggak punya musuh. Sekaligus berarti kita insya Allah udah meneladani Rasulullah saw. dalam hal kepribadiannya yang agung dan berakhlak mulia.

Sobat, masih banyak kemuliaan pribadi Rasulullah saw. Kayaknya nggak mungkin ditulis semua di sini. Nggak cukup jumlah halaman yang disediakan buletin ini. Ini sekadar contoh aja dari sekian banyak keagungan akhlak Rasulullah saw. So, dengan belajar lebih banyak tentang Islam, insya Allah kita bakalan lebih banyak tahu lagi tentang Islam dan tentunya tentang sosok Rasulullah saw. yang menjadi teladan kita.

Meneladani perjuangannya

Sobat, kayaknya nggak seru dong kalo mencontoh teladan Nabi kita hanya dari sisi pribadinya, sebab sisi lainnya dalam kehidupan beliau juga layak kita jadikan teladan. Salah satunya adalah dalam perjuangan membela kebenaran Islam ini.

Rasulullah saw. adalah orang yang sungguh paling romantis dalam membela kebenaran Islam. Jujur saja, jika membaca kisah perjuangan Rasulullah saw. dan para sahabatnya dalam menyampaikan dakwah Islam selalu memberikan keyakinan kepada kita, bahwa cinta memang memiliki kekuatan yang sangat dahsyat. Kalo bukan karena cinta akan kebenaran Islam ini, mana mungkin Rasulullah dan para sahabat rela berkorban? Kita bisa menyaksikan film "ar-Risalah" besutan sutradara kondang, Musthafa Akkad. Kebetulan visualisasinya sangat bagus ketika menggambarkan bagaimana perih dan pedihnya perjuangan membela kebenaran yang diperagakan para sahabat Rasulullah saw. Tapi, mereka rela merasakan perih dan pedihnya dalam waktu lama.

Perjuangan selama 13 tahun di Mekkah dan 10 tahun di Madinah, bukan perkara gampang. Rasulullah saw. dan para sahabat harus berjibaku mempertahankan kebenaran Islam ini. Mencintainya dengan sepenuh hati. Tak ingin melepaskannya. Mereka, adalah contoh para pecinta kebenaran yang paling romantis di dunia. Rela sakit, demi cinta. Menderita demi dakwah. Subhanallah.

Sobat, kita bisa meneladani Rasulullah saw. dalam membela kebenaran Islam ini. Kita bisa mencontoh dari kisah perjuangannya. Jadi mulai sekarang kita harus tumbuhkan cinta kepada kebenaran Islam. Cinta, pengorbanan, dan perjuangan kita dalam mencintai kebenaran Islam ini pasti berbalas alias bersambut. Nggak usah khawatir. Karena apa? Karena kebenaran Islam itu sudah dijamin langsung oleh Allah Swt. mencintai Islam, membelanya, dan juga memperjuangkannya sama dengan mencintai Allah Swt. dan RasulNya. Mencintai Allah Ta'ala dan Rasulullah saw. sama artinya dengan mencintai kebenaran. Dan, yakinlah bahwa cinta kita akan berbalas, yakni dengan mendapatkan garansi berupa pahala atas kesetiaan dan kesediaan kita berkorban dan berjuang dalam membela kebenaran Islam ini. Allah Swt. berfirman: "Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." (QS Muhammad [47]: 7)

Jadi, berbahagialah kalo kita jadi pejuang kebenaran Islam. Karena cinta kita pasti berbalas alias bersambut. Allah yang akan langsung menyambut cinta kita. Cinta kita kepada kebenaran, sekaligus tanda cinta kita kepada Allah Swt. Itu sebabnya, jangan khawatir dan jangan merasa cinta kita kepada kebenaran ini akan sia-sia. Insya Allah jika kita ikhlas melakukannya, Allah pasti juga mencintai kita dan akan menepati janjiNya. So, kita kudu yakin dan jangan pernah merasa khawatir. Oke?

Para pejuang kebenaran yang paling romantis akan mencintai Islam dan ajarannya ini dengan sepenuh hati. Ia nggak akan takut cintanya tak berbalas, atau tak perlu khawatir akan disia-siakan. Maka, jangan kaget jika para pejuang kebenaran adalah mereka yang akan rela mengorbankan waktunya, tenaganya, pikirannya, perasaannya, dan bahkan nyawanya untuk kekasih hatinya, yakni Allah Swt., RasulNya, dan juga ajaran Islam ini. Ia akan berbuat apa saja untuk menyenangkan Allah, RasulNya, dan juga memuliakan ajaran Islam ini.

Ya, sungguh hebat pengorbanannya, sungguh indah sisi romantisnya. Para pejuang kebenaran akan terus mengobarkan semangat dan membanjirkan keringat serta bekerja cerdas dan ikhlas demi sebuah harapan tegaknya kebenaran. Semangatnya dibakar api cinta, cinta akan kebenaran. Cinta yang pasti berbalas. Itu sebabnya, meski merasakan sakit dalam perjuangannya, namun ia akan tetap berusaha tersenyum dan melupakan rasa sakit itu, karena cintanya lebih besar kepada kebenaran Islam ini.

Sobat, ini sekadar satu contoh tentang sisi perjuangan Rasulullah saw. Masih banyak sisi perjuangan beliau lainnya yang bisa diteladani, tapi tentu nggak bisa ditampilin semua di sini. So, biar lebih tahu, ngaji aja deh.

Kita memang butuh teladan

Allah Swt. berfirman:"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (rahmat dan karunia) Allah dan (kedatangan) hari akhir (kiamat) dan dia banyak berdzikir (menyebut/mengingat) Allah." (QS al-Ahzab [33]: 21)

Oya, dari ayat ini jelas banget bahwa meneladani Rasul itu terkait dengan adanya harapan kepada Allah dan iman kepada hari akhir. Juga terkait dengan dzikir (teringat) kepada Allah secara terus menerus tanpa terputus.

Nah, nggak adanya peneladanan menjadi bukti tidak adanya pengharapan rahmat kepada Allah dan tidak adanya iman kepada hari kemudian dan itu menurut ijma' sehabat berarti kufur. Hal itu juga menjadi bukti ditinggalkannya dzikir kepada Allah Swt. sehingga jarang sekali teringat pada Allah, dan yang demikian itu nggak boleh ngendon dalam diri seorang Muslim jika bermakna lupa kepada Allah Swt. dan berpaling kepada syahwat dan hawa nafsu. Jangan sampe deh!

Oke deh, kita emang butuh teladan. Tentu teladan yang benar dan baik. Nah, Rasulullah saw. adalah teladan yang benar dan baik. Wallahu'alam. [solihin: sholihin@gmx.net]

01 Februari, 2010

YANG LEBIH HEBAT DARI SEKEDAR SPIDERMAN

Oleh : BRYAN AGA MURIDA

pernah lihat film Spiderman kan? Dalam film itu dikisahkan Peter Parker seorang pemuda yang secara fisik dia culun ,lemah dan "tidak bisa berkelahi". Pada suatu hari dia dan teman-temannya melakukan study tour ke pusat penelitian laba-laba. Tanpa sengaja dia tergigit laba-laba yang terlebas dari "kandangnya". Ternyata laba-laba itu sebelumnya telah terkena sinar ,semacam sinar radio aktif. Sampai di rumah si Paker merasakan tubuhnya sakit, demam, pusing, nyeri. Ternyata dalam tubuhnya, kromosom dan gennya telah berinteraksi dengan zat yang masuk dari gigitan laba-laba tadi.


Yup, betul sekali karena berinteraksi dengan zat tersebut kromosom manusianya menjadi kromosom bentuk lain.Wal hasil, esok paginya Paker mendapati tubuhnya menjadi berotot dan matanya tidak lagi minus. Kemudian dia pun bisa lari lebih cepat dari biasanya, lompatannya juga lebih tinggi. Sampai di sekolah dia hendak dihajar oleh temannya, tapi apa yang terjadi? Parker yang culun itu bisa menghindari serangan si teman dengan mudah bahkan dapat balik menghajarnya. Lanjut cerita dia bisa manjat dinding dan mengeluarkan jaring sampai akhirnya dia menjadi SPIDERMAN sang pahlawan superhero yang namanya dikenal setiap orang dan ditakuti penjahat.Wow keren ya,

tapi ternyata kita pun bisa menjadi lebih dari spiderman. Gimana caranya?? Apa harus digigit laba-laba yang sudah terkena sinar radio aktif? Lihatlah tadi kromosom paker berinteraksi dengan zat dari gigitan laba-laba itu. Kita juga bisa menginterasikan diri dengan sesuatu yang sangat hebat,yang sangat luar biasa ,yang akan membuat kita lebih dari SPIDERMAN, SUPERMAN, BATMAN dan MAN-MAN yang lain, yang tentu saja jaaaaaaaaaaaaauuuuuuuuuuhhh banget lebih hebat dari zat laba-laba tadi. Apa itu???? Jawabnya tak lain adalah AL QURAN.

Coba bayangkan ketika seorang membaca Al Quran, mengetahui artinya, memahami makna serta tafsirnya. Al Quran itu akan masuk ke dalam darah,mengalir menyinari,menembus otak mencerahkannya, berinteraksi dengan DNA,kromosom,tulang menjadikannya lebih kuat sehingga terbentuk manusia-manusia yang luar biasa,manusia- manusia yang berani.
Contoh orang yang berhasil menjadi manusia yang luar biasa karena berinteraksi dengan Al Quran adalah para Sahabat Rasulullah SAW. Bilal bin Rabbah ra.yang dulunya budak hitam (tanpa bermaksud merendahkan bekiau), menjadi pejuang Islam yang namanya dikenal setiap orang saat ini,muadzin Rasulullah SAW. Ali bin Abi Tholib ra menjadi pemuda yang sangat berani menggetarkan musuh. Thariq bin Ziyad sang penakluk selat Gibraltar, Rabi' bin Amr yang tidak mau ‘ndungkluk' dihadapan Rustum ,raja Romawi yang kafir. Wow keren kan ,orang-orang di atas adalah orang-orang yang menjadi luar biasa karena berinteraksi dengan Al Quran, yup betul sekali tentunya lebih hebat dari Spiderman, jauh banget. Bayangkan saja, Spiderman hanya bisa menaklukan segelintir perampok atau paling poll Globin dan DR.Octovius tapi Thariq bin Ziyad tadi bisa menaklukan selat atau negara. Allah Akbar.

Al Quran adalah dahsyat karena itu adalah petunjuk dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Jika kita ingin menjadi orang yang berani, pembela kebenaran dan luar biasa maka berinteraksilah dengan Al Quran. Dengan Al Quran si penakut jadi pemberani, si lemah jadi kuat, si pecundang jadi pahlawan.

Pernah seorang pendeta nasrani berkata pada pengikutnya,jika kamu ingin menghancurkan pemuda Islam maka cara yang tepat bukan dengan memurtadkan mereka tapi dengan menjauhkan Al Quran dari mereka. Pendeta itu faham bahwa yang menjadikan pemuda Islam kuat adalah interaksinya dengan Al Quran, maka dia perintahkan pengikutnya untuk menjauhkan kita dari Al Quran. Dia begitu takut jika para pemuda dekat dengan Al Quran. Maka,bangkitlah dengan Al Quran,jadikan tulangmu lebih kuat dengannya,otakmu lebih tajam dengannya dan hidupmu mulia.Dan jadilah lebih dari sekedar spiderman.
Wallahu a'lam bishowb

GODAAN DUNIA MENCENGKRAM JIWA..!

Salah satu hal yang mesti diperhatikan oleh kaum muslim adalah godaan dunia. Rasululloh SAW sudah memperingatkan hal ini dalam haditsnya,“Kelak akan menimpa umatku penyakit umat-umat terdahulu yaitu penyakit sombong, kufur nikmat dan lupa daratan dalam memperoleh kenikmatan. Mereka berlomba mengumpulkan harta dan bermegah-megahan dengan harta. Mereka terjerumus dalam jurang kesenangan dunia, saling bermusuhan dan saling iri, dengki, dan dendam sehingga mereka melakukan kezaliman (melampaui batas).”(HR. Al Hakim)

Dalam hadits lain, beliau menyatakan,“Demi Allah, bukanlah kemelaratan yang aku takuti bila menimpa kalian, tetapi yang kutakuti adalah bila dilapangkannya dunia bagimu sebagaimana pernah dilapangkan (dimudahkan) bagi orang-orang yang sebelum kalian, lalu kalian saling berlomba sebagaimana mereka berlomba, lalu kalian dibinasakan olehnya sebagaimana mereka dibinasakan.” (HR. Ahmad)

Beberapa hadits lain yang terkait dengan godaan dunia adalah:
“Aku dan dunia ibarat orang dalam perjalanan menunggang kendaraan, lalu berteduh di bawah pohon untuk beristirahat dan setelah itu meninggalkannya.” (HR. Ibnu Majah)

“Dunia ini cantik dan hijau. Sesungguhnya Allah menjadikan kamu kholifah dan Allah mengamati apa yang kamu lakukan, karena itu jauhilah godaan wanita dan dunia. Sesungguhnya fitnah pertama yang menimpa bani Israil adalah godaan kaum wanita.” (HR. Ahmad)

Pada suatu hari Rasulullah Saw bersabda kepada para sahabatnya: “Kamu kini jelas atas petunjuk dari Robbmu, menyuruh kepada yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar dan berjihad di jalan Allah. Kemudian muncul di kalangan kamu dua hal yang memabukkan, yaitu kemewahan hidup (lupa diri) dan kebodohan. Kamu beralih kesitu dan berjangkit di kalangan kamu cinta dunia. Kalau terjadi yang demikian kamu tidak akan lagi beramar ma’ruf, nahi mungkar dan berjihad di jalan Allah. Di kala itu yang menegakkan Al Qur’an dan sunnah, baik dengan sembunyi maupun terang-terangan tergolong orang-orang terdahulu dan yang pertama-tama masuk Islam. (HR. Al Hakim dan Tirmidzi)

Lebih kurang 14 abad yg lalu, Rasululloh SAW sudah memperingatkan kita akan bahayanya dunia, dan salah seorang kawan sebut saja (fulan) baru merasakan ‘manfaat’ dari peringatan beliau ini.

Selama lebih kurang 2 bulan terakhir (fulan) bisa dikatakan agak terlena dengan dunia. Penyebabnya tidak lain dan tidak bukan karena begitu banyaknya pekerjaan yang mesti dia selesaikan. Seakan tidak pernah berhenti, pekerjaan datang menghampirinya. Menyebabkan (fulan)agak lalai dengan ibadah, sesuatu yg Rasululloh SAW tegaskan dalam hadits2nya di atas.

Dalam kurun waktu 2 bulan itu, si (fulan) hampir tidak menyentuh lagi buku2 keagamaan atau belajar agama. Kesibukan yg begitu hebat, membuat dirinya kesulitan mendapatkan waktu yg khusus untuk belajar agama, seperti saat sebelum kesibukan itu datang.

Bahkan, sholatpun terkadang dilakukan di ujung waktu.

Padahal, jika dipikir-pikir dan menurut ceritanya, harta yg dia dapatkan masihlah tidak jelas. Proyek-proyek masih belum mendapat bayaran, sementara dia mesti membayar orang2 yang telah membantu dia mengerjakan tugas2nya.

Dengan kata lain, sebenarnya si (fulan) itu dalam posisi rugi.

Lantas, bagaimana mengatasi godaan dunia seperti itu?

Aku hanya bisa menyarankan, jika kita mengalami posisi seperti itu, hendaknya kita berusaha lebih dekat dengan ALLOH SWT. Minta pertolongan dan perlindungan pada-Nya, karena ALLOH SWT yg bisa menolong kita semua dari hal2 yg ‘menyulitkan’ tersebut.

Namun jangan salah, semakin kita berusaha untuk dekat, setan tentu saja akan kian berusaha menggoda kita. Rasa malas, godaan untuk menunda-nunda ibadah, merupakan cara setan untuk menggoda kita untuk dekat dg ALLOH SWT.

Jika sudah seperti itu yg terjadi, TANAMKAN NIAT YG KUAT, CARI TEMAN/REKAN YG MENDUKUNG NIAT ANDA! Insya ALLOH kita akan dimudahkan untuk mendekat pada-Nya. Jika kita sudah dekat, insya ALLOH, godaan dunia semenarik apapun tidak akan menggoyahkan kita.

2 Jam 2 kali lipat

"Allah selalu menolong hambaNya, selagi sang hamba suka menolong saudaranya" (Muhammad Saw)

"Ma, tolong transfer uang satu setengah juta ke rekening adikku Arif ya…!" ucap Didik kepada Feny istrinya melalui ponsel. "Buat apa, Pa?!" tanya Feny. "Pokoknya kamu kirim saja ke rekening dia lewat sms banking. Hitung-hitung berbagi rezeki. Sepertinya sudah lama kita gak bantu Arif sekeluarga" jelas Didik.

Didik yang sedang berada di atas mobilnya pagi itu tergerak untuk bersilaturahmi kepada Arif adiknya di kampung yang sudah lama tidak ia hubungi. Ingin sekali ia menelpon adiknya sekedar menanyakan kabar, namun ada sejumput rezeki yang ingin ia bagi kepada Arif yang menjadi seorang PNS di Semarang.

Tak lama menunggu, hand phone Didik berbunyi menandakan ada sms masuk dari istrinya mengabarkan bahwa dana Rp 1,5 juta telah ditransfer ke rekening Arif. Didik membalas sms istrinya, lalu ia pun memutar telpon Arif untuk bersilaturahmi.

***
"Apa kabarmu, Dik?" tanya Didik kepada Arif. Perbincangan di menit-menit awal begitu akrab antara dua orang saudara kandung yang lama tidak bertemu sebab terpisah jarak. "Oh ya..., baru saja Feny istriku kirim dana satu setengah juta rupiah buat keponakan-keponakanku di Semarang. Silakan dicek apa sudah sampai?!" jelas Didik. "Subhanallah, Alhamdulillah! Terima kasih, Mas. Saya gak ngerti harus ngucap apa ya...?" sambut Arif. "Memangnya kenapa, Rif?" tanya Didik. "Subhanallah... sudah beberapa hari ini saya bingung mau ngutang kemana untuk bayar sekolah Danu. Dia diterima di SMP Negeri, tapi uang pendaftarannya Rp 1.5 juta. Kemana-mana saya cari utangan, gak dapat-dapat. Tapi Alhamdulillah rupanya Allah gerakkan hati mas Didik padahal saya belum cerita tentang hal ini."


Dalam hati, Didik merasa kagum atas skenario Allah ini lalu ia menambahkan, "Sudahlah, itu rupanya sudah Allah atur. Mudah-mudahan dana itu berguna untuk pendidikan Danu!" Pembicaraan kedua saudara itu berakhir dengan kalimat syukur dan terima kasih yang berulang-ulang dari Arif. Padahal, Didik pun turut bersyukur kepada Allah Swt Sang Maha Pengatur yang sudah menggerakkan hatinya dan Feny untuk mudah membantu keperluan Arif sekeluarga yang sedang dirundung masalah.

"Segala puji bagiMu, ya Allah!" gumam Didik
***

Hari itu Didik hendak memenuhi sebuah undangan rapat di kantor rekanan tentang proyek pipanisasi gas yang akan dibangun. Sebagai seorang pengusaha pemilik perusahaan Oil & Gas yang berkiprah belasan tahun, saran dan analisa Didik amat dibutuhkan.
Dalam rapat tersebut Didik mendapatkan porsi untuk menjelaskan hal-hal teknis yang pernah ia jumpai di lapangan dalam hal sedemikian. Semua statementnya dicatat oleh seluruh yang hadir di ruangan itu. Hampir 1 jam ia bicara, dan setelah ia memaparkan penjelasannya dan ditambah dengan sedikit diskusi Didik pun berpamitan untuk meninggalkan ruangan rapat karena ada acara yang harus ia hadiri.
***
Didik bergegas meninggalkan ruang rapat di kantor rekanannya itu. Terdengar oleh telinga Didik ada hak sepatu wanita di belakangnya yang berlari cepat seperti mengejar sesuatu. Benar saja, rupanya wanita itu kini sudah berada di sisi Didik. "Maaf pak Didik saya Amel. Boleh saya minta tanda tangan pak Didik?!" "Tanda tangan untuk apa, Mel? " Didik bertanya. "Ini ada uang kehadiran rapat yang boss titipkan kepada saya untuk pak Didik" jelas Amel.
Didik pun menandatangani sebuah kwitansi berwarna hijau yang tertera nominalnya Rp 3 juta. Setelah kwitansi itu ditandatangani, maka Amel pun menyerahkan selembar amplop yang berisi cek senilai Rp. 3 juta.
***

Kini Didik sudah berada di atas mobilnya. Hatinya berbunga-bunga dan segera ia menelpon istrinya. "Ma..., ingat gak 2 jam lalu aku memintamu transfer satu setengah juta ke rekening Arif. Subhanallah, dalam tempo dua jam itu, Allah langsung membalas 2 kali lipat dari sedekah kita!!!"
Feny pun berkali-kali berucap hamdalah tanda syukur. Pagi itu Didik & Feny menyaksikan sebuah janji Allah yang nyata bahwa perniagaan di jalan Allah sedikit pun tidak mendatangkan kerugian, akan tetapi malah bertambah, bertambah dan bertambah!
Saya yakin Anda juga pernah merasakannya.... :)
sumber : ust Bobby Herwibowo (Pengajian Sunda Kelapa)

Jika berkenan bersedekah, dapat mentransfer ke rek :
Bank Syariah Mandiri : 129 000 2400
Atas nama YAYASAN Al-DIIN SPIRIT ALAMIYAH