PENGURUS YAYASAN

KETUA : ANDRIADY INDRA
BENDAHARA : HERU SALEH

DIR EDUCATION & TRAINING : PRIYALINOV
Pjs DIR SOCIAL & DA'WAH : PRIYALINOV


BANK : BSM a/n YAYASAN ALDIIN SPIRIT ALAMIYAH
NOREK : 129.000240.0

25 Agustus, 2008

MENGUNDANG CAMPUR TANGAN ALLAH SWT

.
Apakah yang harus kita lakukan untuk mengundang campur tangan dari Yang Maha Kuasa ke dalam upaya-upaya kita untuk mencapai kesejahteraan dan kecemerlangan hidup?
.......
Kesejahteraan sedang menunggu kita untuk menjadi pribadi-pribadi yang pantas untuk disejahterakan
.

Sebagian orang tidak pernah memikirkan kesejahteraan yang telah menjadi hak kelahirannya. Sebagian lagi tidak melihat perlunya mengupayakan apa pun di atas dari yang bisa diupayakannya dengan santai.

Sebagian lagi tidak mengupayakan yang lebih dari yang sesuai dengan bayaran yang sedang diterimanya. Sebagian lagi menolak untuk berupaya lebih, karena tidak ada jaminan bahwa dia akan mendapatkan lebih.

Tetapi, sebagian yang jumlahnya tidak sedikit itu – merasa berhak untuk mendapatkan perlakuan yang menyejahterakan mereka – seolah-olah tidak ada hubungan antara kualitas hidup dengan kualitas kontribusi mereka kepada kehidupan.

Seandainya mereka mengetahui bahwa kualitas kontribusi mereka kepada kehidupan orang lain adalah penentu kualitas kehidupan mereka.
Sebenarnya, kesejahteraan sedang menunggu kita.

Kesejahteraan sedang menunggu kita untuk menghampirinya dengan kesederhanaan – karena tugasnya lah untuk menghiasi diri kita dengan kesederhanaan yang tidak sederhana dampaknya.
Kesejahteraan sedang menunggu kita untuk datang dengan semua keluhan dan keraguan kita – karena keinginannya lah agar kita jujur dengan kesadaran bahwa kita juga berperan dalam penciptaan kesulitan-kesulitan kita sendiri.
Kesejahteraan sedang menunggu kita untuk menjadi pribadi yang berserah kepada yang benar, agar mudah baginya untuk membahagiakan kita di dalam kesejahteraan.
Maka, apakah yang sedang Anda lakukan untuk tidak memperpanjang penantian kesejahteraan Anda?
.
Waktu.

Bila kita bersaksi untuk sesuatu yang sangat penting, kita mengawali kalimat ketulusan kita dengan: "Demi Allah SWT, …"
Lalu, mengapakah kira-kira Allah SWT menggunakan kata-kata: "Demi masa …"?

Waktu itu penting, karena hidup ini diukur dalam penggalan waktu, dan bahwa nilai kehidupan kita ditentukan oleh nilai yang kita bangun di dalam penggalan-penggalan waktu dalam kehidupan kita.

Tetapi akan ada saja pribadi yang sebetulnya masih membutuhkan banyak pertolongan – tetapi yang menyia-nyiakan waktu. Bila Allah SWT sendiri demikian menghormati waktu, kira-kira sepenting apakah yang dia pikirkan dirinya itu - sehingga dia bisa merasa lebih berkuasa untuk mengabaikan waktu?

Waktu tidak berjalan sama cepatnya bagi setiap orang.

Bagi orang yang menyia-nyiakan waktu – waktu berjalan lambat. Tetapi yang sedikit disadari orang adalah kenyataan bahwa waktu yang berjalan lambat itu adalah waktu yang pendek – yang menghasilkan sedikit.
Bagi Anda yang menghargai waktu – waktu berjalan cepat. Dan, yang harus Anda syukuri adalah keajaiban bahwa waktu yang berjalan cepat itu adalah waktu yang panjang – yang menghasilkan banyak.
Itu sebabnya, dua orang yang memiliki penghormatan yang berbeda terhadap waktu – akan bertemu pada usia yang sama, tetapi saling memandang kepada satu sama lain dari ketinggian yang berbeda.

Bila Allah SWT berkenan, Beliau akan menjadikan kita apa pun yang kita mohonkan dari Beliau.

Sebetulnya apa pun yang kita kerjakan atau yang tidak kita kerjakan – tidak membatasi kewenangan Allah SWT untuk menjadikan kita sebagai apa pun yang kita idamkan.

Tetapi, Allah SWT telah menetapkan bahwa dia yang berupaya bagi kebaikan hidupnya – berhak bagi peningkatan kualitas hidup. Beliau Maha Menepati Janji, karena bahkan orang-orang yang mengupayakan kekayaan dengan cara-cara yang tidak direstui Allah SWT pun – akan diijinkan-Nya berhasil, meskipun hanya untuk masa yang terukur.

Jadi, bukan pekerjaannya saja yang penting, tetapi terutama niatan dan kualitas dari pengerjaannya yang harus mengundang perkenan Allah SWT.
Karena, bila telah Allah SWT berkenan dengan yang Anda kerjakan – Anda bisa-bisa akan jadinya menyayangkan kecilnya permintaan Anda.

Bila niatan dan kualitas dari pengerjaan dari pekerjaan Anda adalah yang berada dalam ruang kecintaan Allah SWT, Anda seyogyanya memohon yang terbesar dari yang bisa Anda mohonkan kepada Beliau. Bayangkan berapa banyak saudara kita yang bisa terbantu dengan besarnya perkenan Allah SWT atas permohonan Anda?

Lalu,
Apakah yang harus kita lakukan untuk mengundang campur tangan dari Beliau Yang Maha Kuasa ke dalam upaya-upaya kita untuk mencapai kesejahteraan dan kecemerlangan hidup?

Berikut adalah tiga langkah utama untuk mengundang campur tangan Allah SWT kedalam upaya-upaya kita untuk mencapai kesejahteraan dan kecemerlangan hidup yang telah lama mengambang di dalam impian tidur dan impian kesadaran kita.

Yang pertama,

Mengkekasihkan diri kepada Allah SWT.
Allah SWT mengasihi semua ciptaan Beliau dengan kasih sayang yang adil.
Ingatlah itu, … kasih sayang yang adil dari Yang Maha Adil; yaitu kasih sayang yang menjadi lebih bila kita menjadi yang lebih; tetapi tidak berkurang saat kita menjadi yang kurang.
Bukankah kasih sayang Beliau untuk mengembalikan orang ke jalan yang benar – tetap setia menemani mereka yang sedang tersesat atau yang sedang menyesatkan diri di jalan-jalan yang gelap?

Sehingga, bila kita berupaya keras untuk melakukan semua hal yang dimintakan-Nya dari kita, dan berupaya lebih keras lagi untuk menghindari yang tidak Beliau restui, dan bila semua itu kita lakukan dengan lebih bersungguh-sungguh dari yang dilakukan oleh kebanyakan orang, apakah mengherankan bila kita menerima perlakuan yang berbeda dari yang kebanyakan?
Bukankah hanya adil – bila dia yang melebihkan - diperlakukan dengan lebih?
Kita yang menjadikan diri kita kecintaan Allah SWT, akan menerima perwujudan dari kasih sayang Beliau – bahkan untuk kebaikan dan kemuliaan yang tidak kita sadari dapat kita mohonkan dari Beliau.

Apakah merayu Allah SWT seperti itu adalah perilaku mencintai yang berpamrih?
Ya. Tetapi itu adalah pamrih yang diperintahkan oleh Allah SWT untuk kita harapkan hanya dari Beliau. Apakah pamrih seperti itu dapat disamakan dengan pamrih antar manusia?
Bila seandainya Allah SWT tidak memerintahkan kita untuk memohon dan hanya memohon kepada Nya, maka mungkin ada niatan yang tidak mulia dalam perilaku mengkekasihkan diri kepada Allah SWT.

Kita memulai apa pun, berada dalam proses apa pun, dan sampai pada akhir dari apa pun – selalu dengan nama Allah SWT, untuk Allah SWT, dan karena Allah SWT.
Lalu perilaku mencintai apa kah yang bisa dibandingkan dengan keberserahan seperti itu, bila bukan perilaku indah dari Anda yang mengkekasihkan diri kepada Allah SWT?

Yang kedua,

Menugaskan diri untuk mengupayakan kecemerlangan hidup bagi orang lain sebagai cara untuk membangun kecemerlangan hidup kita.

Alasan utama dari kesulitan orang untuk mendapatkan pekerjaan adalah karena mereka tidak mencari pekerjaan, tetapi mencari uang.
Seandainya mereka berhenti mencari uang, dan mulai mencari kesempatan untuk melayani kebuAllah SWT orang lain untuk membangun kehidupan yang lebih baik, mereka akan selalu menemukan pekerjaan.

Bagaimana dengan bayarannya?
Bila Anda kekasih Allah SWT, akan mudah bagi Anda untuk menjawab bahwa: "Sesungguhnya upahku dari Allah SWTku …"

Mengapa?

Bukankah tidak ada kekuatan yang bisa ada dan berdampak bagi perubahan apa pun kecuali dengan ijin Allah SWT?
Bukankah jelas bagi kita sekarang, bahwa bahkan gaji dan pendapatan dari orang-orang yang tidak menghormati Allah SWT pun – berada dalam persetujuan Allah SWT?

Lalu apakah yang membuat Anda bisa merasa bahwa uang yang Anda terima itu terlepas dari pengetahuan dan ijin beliau?
Apakah itu sebabnya Anda marah kepada manusia atas ketidak-puasan Anda atas jumlah pendapatan yang sebetulnya telah ditetapkan oleh Allah SWT?

Bukankah sebaliknya, Anda seharusnya bersimpuh santun dan berbincang penuh kasih dan kejujuran dengan Allah SWT - untuk menerima pengertian mengapa Beliau baru menyetujui jumlah yang belum sesuai bagi kebutuhan Anda?

Pasti ada alasan bagi segala sesuatu.
Pasti ada alasan mengapa kita belum mencapai yang kita inginkan.
Pasti ada nilai yang disyaratkan bagi nilai yang kita mohonkan dari Allah SWT; dan sadarkah Anda bahwa nilai itu adalah kegunaan kita bagi orang lain?
Bukankah ada tempat-tempat yang khusus bagi dia yang mengkhususkan dirinya bagi kebaikan kehidupan orang lain?

Yang ketiga,

Memberanikan diri untuk mengambil sebuah pekerjaan yang lebih besar dari kemampuan diri untuk melaksanakannya.
Karena, ketahuilah bahwa pekerjaan-pekerjaan besar yang berani adalah pengundang keajaiban.

Perhatikanlah bahwa bukan jenis dan ukuran dari pekerjaannya yang mengundang keajaiban, tetapi keberanian untuk menugaskan diri untuk pekerjaan-pekerjaan besar yang menyumbangkan peningkatan kualitas hidup bagi orang banyak.

Keberanian adalah kesungguhan untuk mengalahkan keraguan dan ketakutan untuk melakukan sesuatu – karena rasa tanggung-jawab yang besar untuk mendatangkan kebaikan bagi kehidupan orang banyak.

Bila ukuran dari yang kita tugaskan kepada diri sendiri adalah sesuatu yang kecil, Allah SWT cukup menyerahkan tugas untuk membantu kita kepada orang-orang yang sedikit lebih besar.
Bila tugas yang kita ambil itu cukup besar, kita akan didekatkan dan disahabatkan dengan orang-orang besar yang bisa membantu kita.

Dan bila tugas yang kita ambil itu lebih besar dari kemampuan kita dan kemampuan dari semua orang yang bisa membantu kita – Allah SWT Yang Maha Perkasa akan mengambil alih sebagian besar dari beban kita, dan menjadikan kita lebih besar dari ukuran kemanusiaan kita.

.......

Seyogyanya sekarang – tidak ada lagi keraguan bahwa tidak ada niat Allah SWT kecuali memuliakan kita.

Wassalamu'alaikum Wr.Wb
Priyalinov

18 Agustus, 2008

ILMU PEMBERSIH HATI

Ada sebait do'a yang pernah diajarkan Rasulullah SAW dan disunnahkan untuk dipanjatkan kepada Allah Azza wa Jalla sebelum seseorang hendak belajar. do'a tersebut berbunyi : Allaahummanfa'nii bimaa allamtanii wa'allimnii maa yanfa'uni wa zidnii ilman maa yanfa'unii. dengan do'a ini seorang hamba berharap dikaruniai oleh-Nya ilmu yang bermanfaat.

Apakah hakikat ilmu yang bermanfaat itu? Secara syariat, suatu ilmu disebut bermanfaat apabila mengandung mashlahat - memiliki nilai-nilai kebaikan bagi sesama manusia ataupun alam. Akan tetapi, mamfaat tersebut menjadi kecil artinya bila ternyata tidak membuat pemiliknya semakin merasakan kedekatan kepada Dzat Maha Pemberi Ilmu, Allah Azza wa Jalla. Dengan ilmunya ia mungkin meningkat derajat kemuliaannya di mata manusia, tetapi belum tentu meningkat pula di hadapan-Nya.

Oleh karena itu, dalam kacamata ma'rifat, gambaran ilmu yang bermanfaat itu sebagaimana yang pernah diungkapkan oleh seorang ahli hikmah. "Ilmu yang berguna," ungkapnya, "ialah yang meluas di dalam dada sinar cahayanya dan membuka penutup hati." seakan memperjelas ungkapan ahli hikmah tersebut, Imam Malik bin Anas r.a. berkata, "Yang bernama ilmu itu bukanlah kepandaian atau banyak meriwayatkan (sesuatu), melainkan hanyalah nuur yang diturunkan Allah ke dalam hati manusia. Adapun bergunanya ilmu itu adalah untuk mendekatkan manusia kepada Allah dan menjauhkannya dari kesombongan diri."

Ilmu itu hakikatnya adalah kalimat-kalimat Allah Azza wa Jalla. Terhadap ilmunya sungguh tidak akan pernah ada satu pun makhluk di jagat raya ini yang bisa mengukur Kemahaluasan-Nya. sesuai dengan firman-Nya, "Katakanlah : Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menuliskan) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (dituliskan) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)." (QS. Al Kahfi [18] : 109).

Adapun ilmu yang dititipkan kepada manusia mungkin tidak lebih dari setitik air di tengah samudera luas. Kendatipun demikian, barangsiapa yang dikaruniai ilmu oleh Allah, yang dengan ilmu tersebut semakin bertambah dekat dan kian takutlah ia kepada-Nya, niscaya "Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat." (QS. Al Mujadilah [58] : 11). Sungguh janji Allah itu tidak akan pernah meleset sedikit pun!

Akan tetapi, walaupun hanya "setetes" ilmu Allah yang dititipkan kepada manusia, namun sangat banyak ragamnya. ilmu itu baik kita kaji sepanjang membuat kita semakin takut kepada Allah. Inilah ilmu yang paling berkah yang harus kita cari. sepanjang kita menuntut ilmu itu jelas (benar) niat maupun caranya, niscaya kita akan mendapatkan mamfaat darinya.

Hal lain yang hendaknya kita kaji dengan seksama adalah bagaimana caranya agar kita dapat memperoleh ilmu yang sinar cahayanya dapat meluas di dalam dada serta dapat membuka penutup hati? Imam Syafii ketika masih menuntut ilmu, pernah mengeluh kepada gurunya. "Wahai, Guru. Mengapa ilmu yang sedang kukaji ini susah sekali memahaminya dan bahkan cepat lupa?" Sang guru menjawab, "Ilmu itu ibarat cahaya. Ia hanya dapat menerangi gelas yang bening dan bersih." Artinya, ilmu itu tidak akan menerangi hati yang keruh dan banyak maksiatnya.

Karenanya, jangan heran kalau kita dapati ada orang yang rajin mendatangi majelis-majelis ta'lim dan pengajian, tetapi akhlak dan perilakunya tetap buruk. Mengapa demikian? itu dikarenakan hatinya tidak dapat terterangi oleh ilmu. Laksana air kopi yang kental dalam gelas yang kotor. Kendati diterangi dengan cahaya sekuat apapun, sinarnya tidak akan bisa menembus dan menerangi isi gelas. Begitulah kalau kita sudah tamak dan rakus kepada dunia serta gemar maksiat, maka sang ilmu tidak akan pernah menerangi hati.

Padahal kalau hati kita bersih, ia ibarat gelas yang bersih diisi dengan air yang bening. Setitik cahaya pun akan mampu menerangi seisi gelas. Walhasil, bila kita menginginkan ilmu yang bisa menjadi ladang amal shalih, maka usahakanlah ketika menimbanya, hati kita selalu dalam keadaan bersih. hati yang bersih adalah hati yang terbebas dari ketamakan terhadap urusan dunia dan tidak pernah digunakan untuk menzhalimi sesama. Semakin hati bersih, kita akan semakin dipekakan oleh Allah untuk bisa mendapatkan ilmu yang bermamfaat. darimana pun ilmu itu datangnya. Disamping itu, kita pun akan diberi kesanggupan untuk menolak segala sesuatu yang akan membawa mudharat.

Sebaik-baik ilmu adalah yang bisa membuat hati kita bercahaya. Karenanya, kita wajib menuntut ilmu sekuat-kuatnya yang membuat hati kita menjadi bersih, sehingga ilmu-ilmu yang lain (yang telah ada dalam diri kita) menjadi bermamfaat.
Bila mendapat air yang kita timba dari sumur tampak keruh, kita akan mencari tawas (kaporit) untuk menjernihkannya. Demikian pun dalam mencari ilmu. Kita harus mencari ilmu yang bisa menjadi "tawas"-nya supaya kalau hati sudah bening, ilmu-ilmu lain yang kita kaji bisa diserap seraya membawa mamfaat.

Mengapa demikian? Sebab dalam mengkaji ilmu apapun kalau kita sebagai penampungnya dalam keadaan kotor dan keruh, maka tidak bisa tidak ilmu yang didapatkan hanya akan menjadi alat pemuas nafsu belaka. Sibuk mengkaji ilmu fikih, hanya akan membuat kita ingin menang sendiri, gemar menyalahkan pendapat orang lain, sekaligus aniaya dan suka menyakiti hati sesama. Demikian juga bila mendalami ilmu ma'rifat. Sekiranya dalam keadan hati busuk, jangan heran kalau hanya membuat diri kita takabur, merasa diri paling shalih, dan menganggap orang lain sesat.

Oleh karena itu, tampaknya menjadi fardhu ain hukumnya untuk mengkaji ilmu kesucian hati dalam rangka ma'rifat, mengenal Allah. Datangilah majelis pengajian yang di dalamnya kita dibimbing untuk riyadhah, berlatih mengenal dan berdekat-dekat dengan Allah Azza wa Jalla. Kita selalu dibimbing untuk banyak berdzikir, mengingat Allah dan mengenal kebesaran-Nya, sehingga sadar betapa teramat kecilnya kita ini di hadapan-Nya.

Kita lahir ke dunia tidak membawa apa-apa dan bila datang saat ajal pun pastilah tidak membawa apa-apa. Mengapa harus ujub, riya, takabur, dan sum'ah. Merasa diri besar, sedangkan yang lain kecil. Merasa diri lebih pintar sedangkan yang lain bodoh. Itu semua hanya karena sepersekian dari setetes ilmu yang kita miliki? Padahal, bukankah ilmu yang kita miliki pada hakikatnya adalah titipan Allah jua, yang sama sekali tidak sulit bagi-Nya untuk mengambilnya kembali dari kita?

Subhanallaah! Mudah-mudahan kita dimudahkan oleh-Nya untuk mendapatkan ilmu yang bisa menjadi penerang dalam kegelapan dan menjadi jalan untuk dapat lebih bertaqarub kepada-Nya
.
Wassalamu'alaikum WW
Andriady Indra
Ketua Yayasan ASA

13 Agustus, 2008

RAIHLAH ILMU


.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Andriady Indra
Ketua Yayasan ASA

12 Agustus, 2008

QUANTUM BUSINESS



"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhotbah). Katakanlah: "Apa yang di sisi Allah adalah lebih baik daripada permainan dan perniagaan", dan Allah sebaik-baik Pemberi rizki". (Qs. 62:10-11)
"Karena kebiasaan orang-orang Quraisy, (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas". (Qs. 106:1-2)

Ayat di atas merupakan beberapa dari sekian banyak ayat Qur'an yang menggambarkan istilah "Bisnis Global". Hal ini merupakan indikasi bahwa urusan bisnis bukan saja dikenal pada masa sekarang melainkan jauh beberapa abad yang lalu Islam sudah memperkenalkan mengenai perdagangan Luar Negeri dan Rasulullah sendiripun adalah seorang pelaku bisnis pada zamannya.
Dalam memasuki Quantum Business, adalah suatu keharusan untuk merubah paradigma (kerangka berfikir) kita agar terjadi lompatan-lompatan atau kemajuan-kemajuan yang dinamis sehingga prinsip ini dapat diaplikasikan dalam profesi maupun dalam kehidupan kita sehari-hari, Paradigma tersebut adalah :

Employmentship => Entrepreneurship
Untuk menjadikan diri kita Quantum rubahlah mentalitas kepegawaian kita menuju mentalitas kepemimpinan, dalam hal ini bukanlah menjadikan kita sebagai real Entrepreneur (wirausaha) tetapi menumbuhkan spirit dan mentalitas pengusaha dalam diri kita. Ciri yang dominan dalam Enterpreneurship adalah adanya Freedom (kebebasan => kesiapan menerima segala resiko yang terjadi baik yang disukai maupun tidak dengan mematuhi aturan-aturan yang ada)

Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (Qs. 76:30)

Dalam Entrepreneurship ini akan menumbuhkan sikap mediocro => spektacular (mentalitas yang biasa-biasa saja menuju lebih dari biasanya)

Short Term Goal => Long Term Goal
Kita harus merubah Visi dan Misi hidup kita dari perencanaan jangka pendek kepada perencanaan jangka panjang. Jangka panjang di sini merupakan perencanaan jauh ke depan yang mempunyai nuansa dimensi ukhowi karena tujuan jangka panjang seorang Muslim adalah sama yaitu Syurga yang paling tinggi. Dalam QS Al Qashash ayat 77 Allah swt memberikan gambaran agar manusia berusaha mencari apa saja yang dianugrahkan oleh Allah di muka bumi ini untuk kebahagiaan negeri Akhirat namun jangan sampai usaha dalam mencapai cita-cita akhirat bisa melupakan kita dalam pencapaian kenikmatan di dunia. Ini memberikan indikasi bahwa orientasi kita hidup di dunia ini adalah usaha untuk pencapaian cita cita akhirat dengan tidak meninggalkan kenikmatan dunia.

Wait & See Attitute => Come & Join Attitute
Sudah merupakan satu kebiasaan dari masyarakat kita yang mempunyai sikap menunggu dan melihat keberhasilan dari orang lain dulu baru berani untuk mencoba (dalam arti butuh contoh). Untuk dapat Quantum kita harus merubah dari sikap hidup seperti itu menjadi berani dan inisiatif. Dalam istilah Islam disebut Fastabiqul Khairat (berlomba dalam kebajikan). Setiap ada peluang untuk berbuat kebajian maka kita harus selalu berinisiatif untuk ikut serta. Ini membuktikan bahwa sebagai muslim harus menjadi yang terbaik dan terdepan.

Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama) mu. (Qs. 94:4)
Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (Qs. 67:2)

Result Oriented => Process & Progress Oriented
Rubahlah kerangka berfikir kita dari Orientasi Hasil menuju Orientasi kepada Proses dan kemajuannya. Bila kita berorintasi pada hasil maka hal ini sangat rentan untuk jatuh karena sangat tergantung pada situasi dan kondisi tertentu, bila dalam kondisi yang mendukung maka hasil yang didapat baik tapi sebaliknya bila kondisi tidak menguntungnnya maka hasil yang dibuatnya akan menurun. Tetap bila berorintasi pada Proses dan Progres akan selalu stabil dan dinamis.

Scarcity Mentality => Abundance Mentality
Berusaha merubah Mental rakus, pelit dan mau menang sendiri menuju Mentalitas tangan terbuka. Ketika semua pekerjaan sudah terselesaikan, cobalah tanyakan kepada rekan kerja kita apa yang bisa kita bantu untuk menyelesaikan tugasnya, bila mental ini bisa kita terapkan Insya Allah akan tercipta suasana kerja yang kondusif dan akan tercipta teamwork yang baik.

Reactive => Proactive
Untuk bisa Quantum, kita harus merubah paradigma dari sikap mental Reaktif menuju Proaktif. Dalam sikap mental reaktif, kita sangat tergantung pada sesuatu dan itu sangat menghambat adanya satu keberhasilan. Untuk itu mulailah kita berusaha menciptakan rangsangan untuk bisa berbuat sesuatu tanpa adanya ketergantungan pada sesuatu apapun.

Split Action => Focus Action
Untuk menunjang tercapainya Quantum kita dituntut untuk Fokus dan profesional dalam keadaan apapun. Fokus disini dimaksudkan berusaha menerapkan satu peran dalam situasi yang berbeda-beda. Ubahlah segala sikap kita dalam menangani setiap pekerjaan, Janganlah kita melakukan banyak pekerjaan dalam satu kesempatan sehingga pikiran kita akan terpecah-pecah dan akan mencapai hasil yang tidak maksimal. Janganlah kita mulai satu pekerjaan sebelum pekerjaan sebelumnya selesai dengan baik.

APLIKASI QUANTUM BUSSINESS

Ada 11 prinsip yang harus kita perhatikan dalam mengaplikasikan Quantum Business (pada kesempatan ini hanya 4 yang sempat di bahas), yaitu :

Freedom
Prinsip yang harus ada untuk mengaplikasikan Quantum Business adalah adanya prinsip kebebasan dalam arti tidak adanya batasan-batasan ataupun kepentingan-kepentingan yang mengikat sehingga membuat kita mempunyai kemauan dan kebebasan untuk bisa kreatif dan inovatif tanpa melanggar aturan-aturan yang ditetapkan, sehingga akan tercipta lompatan-lompatan atau kemajuan-kemajuan yang cepat.

Personal Vision
Mulailah kita membiasakan hidup terencana dengan membuat Personal Vision dalam diri kita agar terjadi lompatan-lompatan dramatis dalam kehidupan kita. Semakin tinggi visi hidup yang kita buat maka semakin tinggi kemungkinan hasil yang akan kita capai karena kita semakin banyak mencari cara pencapainnya.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat Personal Vision :
1. Kemampuan untuk menginventarisasi keberhasilan/kegagalah masa lalu dan menganalisanya
2. Menentukan kelebihan dan kekurangan pada diri kita
3. Analisa fenomena yang terjadi sekarang dengan budaya baca dan budaya gaul

Mission
Mission merupakan bahan bakar untuk mencapai Vision. Semakin tinggi Visi yang kita buat maka semakin banyak misi yang harus kita rancang dan otomatis akan semakin besar tingkat keberhasilan tercapainya tujuan hidup kita.

Untuk menentukan personal Mission ada hal yang harus diperhatikan :
1. Peran apa yang harus kita akan lakoni
2. Tentukan target pencapainnya
3. Berapa lama peran tersebut kita lakoni

Contribution
Usahakanlah kontribusi yang kita berikan lebih besar dari pada yang kita terima. Karena dengan meningkatkan kwalitas kontribusi(saving) kita kepada orang lain niscaya pasti kita akan mendapatkan hasil yang lebih dari yang kita harapkan (spending).

Wallahu'alam


BERANI MENCOBA...??
SIAPA TAKUT...??!!
PEDE AJA LAGI...!!!!!

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (Qs. 28:77)

Oleh : Ust. Reza M. Syarief.

11 Agustus, 2008

WORKSHOP ENTERPRENEUR MOSLEM DEVELOPMENT

Assalamu'alaikum WW

Alhamdulillahi Rabbil 'aalamin. Pada tanggal 08-08-2008 sampai dengan 09-08-2008 telah diselenggarakan Workshop Enterpreneur Moslem Development yang pertama. Acara ini bertempat di Hotel Bumi Karsa Bidakara Jakarta.







Sasaran atau tujuan dari diselenggarakannya workshop ini adalah membangun semangat dan jiwa enterpreneur umat Islam serta mengembangkan ketrampilan dan pengetahuan dibidang kewirausahaan dan manajemen bisnis. Dan pada akhirnya, akan disiapkan jaringan bagi calon pengusaha dan pengusaha kecil, dengan para pengusaha lain dan instansi yang terkait, baik pasar maupun sumber daya (resources) dalam menjalankan usaha, serta meningkatkan silaturahim bagi sesama pengusaha, terutama pengusaha muslim diseluruh Indonesia.
Peserta yang hadir pada edisi perdana ini berasal berbagai penjuru Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi dan mereka sangat antusias sekali mengikuti workshop, dimana pembicara atau nara sumber berasal dari berbagai kalangan dan memiliki pengalaman yang sangat luas.












Topik yang dipresentasikan dan dengan kepiawaian para nara sumber(presentator) membuat peserta sangat bersemangat mengikuti workshop selama dua hari. Materi yang dipaparkan pada workshop perdana ini adalah kiat memulai usaha, yang intinya dimulai dari mengelola gagasan atau ide-ide, sehingga gagasan atau ide dapat direalisasikan menjadi suatu usaha. Selanjutnya, disampaikan juga oleh nara sumber, jangan pernah merasa takut untuk memulai suatu usaha, yakinlah terhadap Yang Maha Kuasa selalu bersama hambaNya sehingga keyakinan tersebut akan menuntun umat untuk berbuat kebaikan diantaranya membangun suatu usaha, serta lakukan ikhtiar yang maksimal dan berdoa kepada Sang Khalik, usaha yang baru dirintis dan yang akan dikembangkan bisa direalisasikan. Materi ini disampaikan oleh Ir. Ibnu Hajar yang juga merupakan Ketua Umum JPMI Cabang Bekasi. Materi yang disampaikan oleh pak Ibnu, menggugah para peserta untuk segera memulai atau merintis usaha serta mengembangkannya bagi mereka yang sudah memiliki usaha.

Setelah pemaparan materi bagaimana memulai usaha, kemudian diikuti dengan bagaimana mengelola usaha yang telah dibangun. Dengan menggunakan pendekatan beberapa teori, baik teori manajemen pemasaran, manajemen operasional, manajemen sumber daya manusia dan banyak lagi teori lainnya untuk mengelola suatu usaha. Materi ini dipaparkan oleh Drs. Dindin Burhanudin, MSc yang juga merupakan Wakil Rektor dari Institut yang sangat terkenal di Indonesia dalam membantu calon pengusaha dan pengusaha kecil termasuk didalamnya koperasi, yaitu Institut Koperasi Indonesia (IKOPIN).













Dengan pemaparan manajemen bisnis, membuat peserta semakin antusias, yang mana mereka mendapatkan tambahan pengetahuan dalam mengelola bisnis, baik yang akan mereka jalankan maupun bagi yang sudah memiliki usaha dengan skala yang relatif masih kecil.

Sedangkan materi yang terakhir, dipaparkan mengenai bagaimana kiat-kiat mengelola usaha dan mengembangkan usaha menjadi skala yang lebih besar. Dalam presentasi pak Jumadi Subur sebagai nara sumber materi ini, yang penting dan utama adalah membangun VISI dan MISI yang jelas dan mulia. Karena sebuah kemuliaan, insya Allah akan diikuti dengan kemuliaan yang lain, tentunya datangnya dari Yang Maha Mulia ke setiap hamba yang disayanginya.












Selain pemaparan materi, dilakukan juga beberapa simulasi menjalankan usaha serta tanya jawab seputar materi dan simulasi yang disampaikan nara sumber dan peserta. Dari aspek inilah, kami penyelenggara dapat menyimpulkan bahwa antusiasme dan semangat para peserta terhadap penyelenggaraan workshop kali ini sangat terlihat dengan jelas.

Semoga apa yang telah kami lakukan, mendapatkan bimbingan dari Yang Maha Pembimbing serta mendapat berkah dan petunjukNYA untuk menghasilkan karya yang lebih baik pada workshop periode berikutnya.
Dan akhirnya kami mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan ini, namun semua kekurangan dalam penyelenggaraan ini adalah datangnya dari kami dikarenakan ketidaktahuan dan keterbatasan pengetahun kami, sedangkan kebaikannya merupakan bimbingan dan petunjuk yang datangnya semata-mata dari Yang Maha Tahu dan Maha Kuasa


Wassalamu'alaikum WW
Yayasan Al-diin Spirit Alamiyah
ASA Education & Training Director